***Selamat datang di blog pribadiku semoga bermanfaat, enjooooyyyy***

Tugu Selamat Datang di Desa Cijambu

Sejuk terasa setelah kita memasuki Desa pinngiran Hutan nan Asri.. Cijambu I'am Love It

Pertemuan KWT di Dsn Jaganala

Pertemuan KWT di Dsn Jaganala Desa Cijambu dihadiri oleh semua anggota KWT

Ballot Box

Tes awal sebelum pelaksanaan SL-PTT Padi Sawah

Pengolahan lahan

Di wilayah binaan kami desa cijambu pengolahan lahan masih menggunakan tenaga hewan

Panen

Panen padi pada areal LL (Laboratorium Lapangan)

Moment

Photo bersama PPL Kelompok Tani Beserta peserta magang Klinik Tanaman UNPAD

Setelah panen bunga mawar

Bunga mawar,salah satu produk unggulan wilayah binaan kami

Packing

Packing dan siap untuk dipasarkan

Study Tour

Crew UPTB melakukan study tour sebagai ajang konsolidasi

Kebersamaan

Lihatlah kebersamaan kami

Crew UPTB

Sebagian dari keluarga besar UPTB P3K Tanjungsari

Lagi...

Kami, bersama kang SANDY TUMIWA suami Thesa Kaunang pada acara kunjungan pupuk organik

Kebun kami

Menunggu berbunga

Legowo 2

Legowo 2 pada areal Laboratorium Lapangan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu KT.Sukarasamukti Desa Cijambu

Pelayanan PUAP

Pelayanan PUAP Bersama LKM dan Gapoktan Andalan Mukti Desa Cijambu

Pertemuan SL PTT

SL PTT Padi Sawah TA 2011

Sabtu, 30 April 2011

Pembuatan Mentega

Mentega adalah produk yang terbuat dari lemak susu dimana kedalamnya dapat ditambahkan garam untuk mendapatkan rasa yang lebih baik dan untuk menjaga mutu. Warna kuning pada mentega disebabkan zat warna β karoten yang terdapat dalam krim (cream).
Sebagian dari kita menghindari mentega dan margarin karena takut pada kandungan lemaknya. Padahal, banyak zat gizi lain yang terdapat pada bahan makanan itu. Selain vitamin A dan D, juga terdapat zat besi, fosfor, natrium, kalium serta omega-3 dan omega-6.
Lemak dan minyak merupakan zat gizi penting untuk menjaga kesehatan manusia. Selain itu, lemak dan minyak merupakan sumber energi yang lebih efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Sumbangan energi per gram lemak, protein, dan karbohidrat masing-masing 9, 4, dan 4 kkal.
Nilai gizi mentega sangat tergantung pada kandungan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Mentega merupakan sumber vitamin A yang sangat baik dan merupakan makanan berenergi tinggi, tidak mengandung laktosa (gula susu) maupun mineral serta kandungan proteinnya rendah.

Permen Susu

Permen susu adalah sejenis permen yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar susu. Susu yang digunakan untuk pembuatan permen susu tidak memerlukan persyaratan mutu tinggi. Oleh karena itu, pembuatan permen susu merupakan suatu alternatif pengolahan untuk memanfaatkan susu yang bermutu rendah.
Pada prinsipnya, pembuatan permen susu berdasarkan reaksi karamelisasi yaitu reaksi kompleks yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dari gula menjadi bentuk amorf yang berwarna coklat. Gula dalam susu dipanaskan sampai seluruh air menguap sehingga cairan yang ada pada akhirnya adalah cairan gula yang lebur. Apabila keadaan telah tercapai dan terus dipanaskan sampai suhu melampaui titik lebur, maka mulai terjadi bentuk amorf berwarna coklat tua.
Permen sangat lekat dengan keseharian kita, terutama anak-anak. Bagi mereka, permen merupakan makanan kecil yang mengasyikkan. Apalagi dengan bentuk, warna serta rasa yang beragam. Secara umum, permen yang banyak beredar di kalangan masyarakat berjenis permen keras dan permen lunak
Permen keras adalah permen yang padat teksturnya. Dimakan dengan cara menghisap. Permen jenis ini larut bersama air liur. Sementara permen lunak ditandai dengan teksturnya yang lunak. Jenis permen ini bukan untuk dihisap melainkan dikunyah.
Permen susu adalah sejenis permen yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar susu dan gula. Susu yang digunakan untuk pembuatan permen susu tidak memerlukan persyaratan mutu tinggi (misalnya: BJ atau kandungan lemak susunya rendah), oleh karena itu pembuatan permen susu merupakan suatu alternatif pengolahan untuk memanfaatkan susu yang berkualitas rendah tetapi tidak pecah. Disamping itu dapat membuka peluang kerja bagi penduduk suatu daerah.

Dendeng Sapi

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pengolahan dan pengawetan bahan makanan memiliki interelasi terhadap pemenuhan gizi masyarakat, maka tidak mengherankan jika semua negara baik negara maju maupun berkembang selalu berusaha untuk menyediakan suplai pangan yang cukup, aman dan bergizi. Salah satunya dengan melakukan berbagai cara pengolahan dan pengawetan pangan yang dapat memberikan perlindungan terhadap bahan pangan yang akan dikonsumsi.
Daging adalah urat yang melekat pada kerangka kecuali urat dari bagian bibir, hidung dan telinga dari hewan yang sehat sewaktu dipotong. Daging terdiri dari otot, jaringan penghubung dan jaringan lemak.
Daging merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi disamping telur, susu dan ikan. Daging mengandung protein, lemak, mineral, air serta vitamin dalam susunan yang berbeda tergantung jenis makanan dan jenis hewan. Hewan yang berbeda mempunyai komposisi daging yang berbeda pula.
Komposisi daging terdiri dari 75% air, 18% protein, 4% protein yang dapat larut (termasuk mineral) dan 3% lemak. Ternak rata-rata menghasilkan karkas (bagian badan hewan) 55%, macam-macam hasil sampingan 9%, kulit 6% dan bahan lainnya 30%. Daging yang baik ditentukan oleh warna, bau, penampakan dan kekenyalan. Semakin daging tersebut lembab atau basah serta lembek (tidak kenyal) menunjukan kualitas daging yang kurang baik.
Pengawetan daging merupakan suatu cara menyimpan daging untuk jangka
waktu yang cukup lama agar kualitas maupun kebersihannya tetap terjaga. Tujuan pengawetan adalah menjaga ketahanan terhadap serangan jamur (kapang), bakteri, virus dan kuman agar daging tidak mudah rusak. Ada beberapa cara pengawetan yaitu: pendinginan, pelayuan, pengasapan, pengeringan, pengalengan dan pembekuan. Usaha pengawetan daging diperlukan untuk memenuhi selera atau kebutuhan konsumen serta mempermudah dalam pengangkutan.
Pengawetan dengan cara pengeringan dilakukan dengan penambahan garam, gula dan bahan kimia seperti nitrat (NO3) dan nitrit (NO2). Penambahan garam, untuk pengawetan daging kira-kira sepersepuluh dari berat daging. Disamping sebagai pengawet, garam juga berfungsi sebagai penambah rasa.

Bakso Sapi

1. Latar Belakang
Bakso atau baso adalah bola daging. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi dan tepung, tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam atau ikan.Jenis bakso
daging sapi, ayam, dan ikan sekarang mulai banyak di tawarkan dalam bentuk frozen yang dijual di super market, swalayan dan mall-mall. Dalam penyajiannya bakso biasa dicampur dengan kuah bening dan mi.
Secara konvensional bakso diolah dengan cara yang kurang hygienis, bahkan menggunakan bahan baku daging yang tidak segar lagi. Hal ini berakibat pada kurangnya perlindungan terhadap kesehatan konsumen dan rendahnya kualitas produk. Disamping itu beberapa pedagang bakso sering menggunakan bahan tambahan pada produknya, seperti bahan pemutih dan bahan pengawet. Beberapa bahan ini termasuk bahan kimia yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan. Untuk menghindari konsumsi bahan tambahan yang terlalu banyak, bakso dapat dibuat sendiri di rumah dengan mengurangi atau menghindari sama sekali penggunaan bahan-bahan tersebut.

SL-PTT
KELOMPOK TANI SIMPATI MUKTI
DESA CIJAMBU - KECAMATAN TANJUNGSARI
MATERI :
PEMBUATAN BOKASHI PUPUK KANDANG

Bahan Alat
1. Pupuk Kandang 100 kg 1. Karung goni
2. Dedak /Bekatul 4 kg 2. Terpal plastik
3. Sekam / rumput kering 75 kg 3. Sekop
4. Gula putih/molase 5 sendok makan 4. Ember
5. M.O.L Keong Mas 2 liter
6. Air bersih 10 liter




CARA PEMBUATAN
1. Larutkan MOL dan gula kedalam air di ember
2. Pupuk kandang, sekam/rumput kering dan dedak dicampur secara merata
3. Siramkan larutan MOL dengan perlahan-lahan kedalam adonan secara merata, sampai kandungan air adonan mencapai 30 %, yaitu tandanya bila adonan dikepal dengan tangan , air tidak keluar dari adonan, bila kepalan dilepaskan maka adonan akan megar.
4. Adonan digundukkan diatas ubin yang kering dan dilapisi terpal plastik dengan ketinggian 50 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 7 hari.
5. Pertahankan suhu gundukan adonan pada suhu 40 –50 derajat celcius. Jika suhu lebih dari 50 derajat celcius bukalah karung goni penutup dan gundukkan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukkan. Pengecekkan suhu dilakukan setiap hari.
6. Setelah 7 hari bokashi telah selesai terpermentasi dan biarkan selama 1 minggu sambil diangin-angin setelah itu siap untuk digunakan sebagai pupuk organik.
Selamat Mencoba